Motivation

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 ^_^ Bukan impian yang harus menyesuaikan kemampuan Anda tapi,Anda sendiri yang harus menyesuaikan kemampuan untuk mencapai impian-impian luar biasa yang telah Anda tuliskan. Itulah hakikat "menuliskan" dan mencapai impian." -Pembuat Jejak-

Jumat, 17 Desember 2010

Manfaat BSE

Meningkatkan Manfaat Buku Sekolah Elektronik

Oleh: Mahfud Efendi
Guru MTs Negeri Pulosari, Tulungagung

Buku merupakan salah satu prasyarat bagi tercapainya tujuan pendidikan. Karena pentingnya fungsi buku bagi institusi pendidikan, dalam hal ini guru dan siswa, diperlukan jaminan atas tersedianya buku. Di sisi lain, harga buku cenderung terus naik sehingga guru dan siswa terbebani.

Depdiknas merespons kondisi tersebut dengan melakukan beberapa hal. Pertama, membeli hak cipta buku-buku pelajaran yang berkualitas tinggi dari penulis (Wahono, 2008: 1). Kedua, semua buku yang hak ciptanya telah dibeli (lebih dari 407 buku) disediakan bagi masyarakat secara gratis dalam bentuk buku elektronik yang dapat diunduh dari situs http://www.bse.depdikans.go.id. Sudibyo (2008: 1) memastikan bahwa setiap tahun jumlah buku terus bertambah. Ketiga, pemerintah mengeluarkan peraturan tentang penggunaan BSE gratis karena buku tersebut meliputi buku mata pelajaran yang diajarkan di sekolah (Depdiknas, 2008: 1).

Jadi, peluncuran buku sekolah elektronik (BSE) gratis merupakan respons pemerintah untuk menjamin ketersediaan buku yang murah, terjangkau, dan berkualitas. Kebijakan tersebut memberikan manfaat bagi institusi pendidikan, khususnya guru dan siswa.

Namun, masih banyak pula yang belum bisa merasakan manfaatnya karena berbagai hal. Penyebab utama adalah kurang maksimalnya manfaat BSE gratis bagi institusi pendidikan adalah adanya faktor unfamiliarity atau gagap teknologi, sumber daya manusia yang kurang berkompeten di bidang IT (unskillfull), dan asumsi salah masyarakat.

Berkaca pada faktor-faktor tersebut, Depdiknas seharusnya mengeluarkan kebijakan pendukung. Pertama, jika sasaran utama pengguna BSE gratis adalah institusi pendidikan, guru dan siswa, kebijakan pendukung harus diorientasikan bagaimana memberdayakan mereka agar mampu menggunakan fasilitas tersebut.

Untuk itu, pemerintah harus menyosialisasikan adanya fasilitas BSE gratis kepada institusi pendidikan di Indonesia secara merata. Selain sosialisasi, pemerintah perlu mendidik dan melatih guru atau stakeholder untuk dapat menggunakannya. Mereka yang sudah dididik dan dilatih diminta menyebarkan informasi dan kemampuan yang diperolehnya ke daerah masing-masing.

Kedua, pemerintah harus mempromosikan keuntungan BSE gratis. Guru dan orang tua siswa yang berasumsi bahwa kualitas BSE gratis kurang bagus karena hanya proyek mungkin disebabkan adanya misinformation. Pemerintah harus merekomendasikan institusi pendidikan untuk menggunakan BSE gratis sebagai sumber utama.

Ketiga, jika BSE gratis yang diluncurkan pemerintah disediakan melalui jaringan internet dan dapat diunduh secara online, pemerintah harus menjamin institusi pendidikan memiliki fasilitas cukup. Dengan kata lain, jika jaringan internet merupakan prasyarat untuk dapat mengunduh BSE gratis, pemerintah harus menjamin ketersediaan jaringan internet.

Keempat, bila tidak dimungkinkan tiap sekolah memiliki fasilitas jaringan internet, kebijakan pemerintah daerah mutlak diperlukan. Departemen pendidikan di tingkat daerah dapat memfasilitasi institusi pendidikan yang tidak memiliki jaringan internet, bahkan komputer, dengan mengunduhkan BSE gratis tersebut, lalu memformatnya dalam bentuk CD/DVD atau mencetaknya menjadi buku dan mendistribusikannya ke sekolah-sekolah di daerahnya. (soe)
Selengkapnya...

TIK Dalam Dunia Pendidikan

Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informatika) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission. Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat praktisi pembelajaran. Tambahan lagi, kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala waktu dan tempat juga dapat difasilitasi oleh TIK.


Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari e-book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna electronics yang secara implisit dimaknai berdasar teknologi elektronika digital. Pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan merupakan upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara. Hal ini adalah wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pembelajaran masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya feedback yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Selengkapnya...

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information and Communication Technologies (ICT), adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

    
Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

sumber: http://id.wikipedia.org

Selengkapnya...

JUARA II LOMBA ROBOT LINE TRACER

Robot Line Tracer adalah robot yang bisa mengikuti garis yang sudah kita tentukan. Robot LINE TRACER ini adalah aplikasi robot paling mudah untuk pertama kali diajarkan siswa SMP. Mulai mengenal board dan komponen IC, mensolder, membangun rangka, sampai dengan memasang sensor adalah pekerjaan yang mengasyikkan bagi siswa pemula yang belajar robot.

Dari 16 peserta lomba robot Line Tracer yang diselenggarakan oleh FKMB (Forum Komunikasi Mahasiswa Bojonegoro) kemarin, SMP Negeri 1 Bojonegoro behasil mendapatkan juara II. Lomba yang rutin diadakan tiap tahun ini baru tahun ini mengikutsertakan siswa SMP sebagai peserta. Lomba yang diadakan di SMA Negeri 4 Bojonegoro ini praktis berlangsung selama tiga hari mulai hari Minggu, 24 Januari 2010 sampai dengan Selasa, 26 Januari 2010. Karena jumlah peserta tidak begitu banyak maka semua peserta dipertandingkan bersama-sama, baik tingkat SMP maupun SMA.

Hari pertama peserta dibagikan board robot dan komponennya. Siswa mensolder komponen IC elektronika ke PCB yang telah disediakan panitya. Proses ini memakan waktu sehari. Hari kedua peserta membangun rangka robot serta memasang sensor. Pekerjaan ini boleh dikerjakan di sekolah/laboratorium PTD sekolah masing-masing. Hari ketiga siswa mencoba keakuratan dan kepekaan sensor serta mencoba di matras line tracer yang disediakan olen panitya.
   


Bentuk-bentuk Robot yang dikerjakan peserta sangat menarik. Lomba tepat diselenggarakan pukul 13:00 WIB hari Selasa. Setelah melewati perjuangan dengan mengalahkan peserta yang lain, maka tim robot CHE STAR yang terdiri dari DESI FITRI, ALVI LAILI ZAHRA, dan ROMMI CAHYANTI EKA SAPUTRI dari kelas VIII RSBI berhasil menjadi juara II lomba robot Line Tracer tingkat Kabupaten Bojonegoro tahun ini. Sedangkan juara I diraih oleh SMK 2 Bojonegoro dan juara III oleh SMK Padangan. Selamat buat para juara.
Terima kasih kami ucapkan kepada FKMB dari ITS sebagai penyelenggara lomba ini, SMA Negeri 4 Bojonegoro sebagai lokasi penyelenggaraan lomba dan semua peserta lomba. Kami ucapkan terima kasih pula kepada Moch. Adam Imam Nantaqwa (9f), Moch. Aditya Eka Prabowo (8c), Muh.Defryan Tridya Isfandy (8c), Dewa Zhaahira Purnama (8c), Muhammad Dony Hermawan (8c) Dan Candida Aulia (8b) yang juga ikut meramaikan lomba ini.
Materi pembelajaran robot di SMP Negeri 1 Bojonegoro mulai aktif diselenggarakan mulai tahun ajaran ini, seiring dengan SKL (Standar Kriteria Lulus) di kelas RSBI kelas VIII dan kelas IX yang wajib mengajarkan PTD (Pendidikan Teknologi Dasar) dengan aplikasi robotik.
Selengkapnya...

Teknologi Senjata Elektronik



Teknologi Senjata Elektronik

Indonesia kembali mendapat penghargaan dari dunia karena telah mendapatkan medali emas dari perlombaan 17th International Conference of Young Scientists (ICYS) yang kemarin diadakan di Bali pada tanggal 12-17 April 2010. Seorang siswa SMA kebanggan anak Bangsa yang bersekolah di SMA N 1 Sidoarjo yaitu Miftah Yama Fauzan berhasil menorehkan namanya di peringkat Pertama dengan hasil karyanya menciptakan “Smart Electric Gun with Adaptive Bullet Speed”.

   

Miftah menjelaskan kepada tvOne mengenai Cara kerja dari senjata elektronik ini, kurang lebih berikut penjelasan singkatnya : cara kerjanya sangat sederhana sekali yaitu mengandalkan sistem elektromagnetik sebagai penolak peluru yang berbahan logam apa saja, kemudian ketika pelatuknya ditekan maka magnet akan menghasilkan gaya tolak-menolak dengan peluru yang berbahan logam tadi, sehingga peluru akan melaju terdorong keluar dari Senjatanya, kelebihan lainnya adalah tidak digunakannya bubuk mesiu, sehingga senjata ini tidak menghasilkan suara yang bising ditelinga, selain itu ada lagi kelebihannya yaitu senjata ini juga disertai dengan sensor jarak supaya senjata bisa menyesuaikan kecepatan meluncur peluru dengan objek yang akan ditembak (kalau posisi senjata dekat dengan objek maka peluru meluncur dengan kecepatan rendah & begitupula sebaliknya) ini dimaksudkan agar objek tidak mengalami luka yang parah karena ditembak dari jarak yang dekat, karena tujuan utama dari dibuatnya senjata ini untuk menanggulangi para Demonstran yang bertindak anarkis.


Namun masih ada kekurangan dari senjata ini yaitu daya yang digunakan masih menggunakan daya Baterai 12 Volt yang dikonversikan menjadi 300 Volt dengan 6 Kapasitor sehingga daya jangkau dari pelurunya masih pendek jaraknya, namun Miftah yakin Senjata buatannya akan lebih canggih lagi yang tentunya harus mendapatkan dukungan juga dari pemerintah untuk bisa mengembangkannya, Miftah juga merasa bangga karena sudah mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional, dengan mengalahkan pesaing-pesaing terberatnya dari Negara Jerman dan Amerika Serikat yang menciptakan temuan-temuan yang tidak kalah menarik seperti lensa mata cair d.l.l.

Juri pun sangat terpukau dengan hasil karya Miftah dalam bidang ilmu pengetahuan persenjataan Militer, dengan alat yang sederhana dan harga yang cukup ekonomis yakni sekitar Rp 1 Juta mampu menghasilkan karya yang canggih dan sangat berguna bagi dunia Militer khususnya TNI yang saat ini membutuhkan peralatan Militer yang super canggih demi menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia dari segala macam gangguan & ancaman dari Negara lain. Selain hasil karyanya yang sekarang, Miftah mempunyai obsesi lain yaitu menciptakan senjata “electromagnetic jamming gun” yaitu senjata yang bisa mengacaukan sistem telekomunikasi dan mengacaukan deteksi radar dari musuh.
Selengkapnya...

Senin, 13 Desember 2010

Nasihat

Mari memulai aktifitas dengan Bismillah, semoga menambah kebarokahan......... Selengkapnya...